02.21
0
Buruh Depok yang tergabung dalam FSPMI, FSP, KEP, FSP, RTMM SPSI, FSP LEM SPSI, FSP FARKES Reformasi dan ASPEK Indonesia meresmikan Rumah Buruh Depok di Jalan Naterman RT02/02, Jatijajar, Tapos, Depok, Kamis (30/1/14).

Ketua SPSI Kota Depok, Sugino mengatakan, Rumah Buruh Depok muncul dari sebuah gagasan para pekerja melalui Forum Serikat Pekerja atau Serikat Buruh di Depok yang telah terjalin sejak tahun 2003.

Rumah Buruh itu sebagai sarana untuk belajar, diskusi dan mengadvokasi permasalahan buruh maupun masalah sosial lainnya.

“Buruh Depok menginginkan adanyaa sebuah tempat untuk bersilahturahmi dan berdiskusi. Makanya didirikanlah Rumah Buruk Depok. Diharapkan juga muncul ide-ide dan gagasan yang cemerlang untuk mencari solusi terhadap permasalahan buruh maupun permasalahan masyarakat. Sehingga didapatkan konsep dan strategi arah perjuangan buruh yang efektif, cepat, dan tepat menuju perubahan yang lebih baik demi kesejahteraan pekerja,” katanya.

Sugino menambahkan bahwa dari Rumah Buruh Depok diharapkan muncul pemimpin buruh yang mempunyai karakter dan jiwa yang ihklas, istiqomah dan militan untuk membawa perubahan yang lebih baik melalui perjuangan extraparlementer maupun perjuangan parlemen dengan menjadi anggota Legislatif, Exekutif, dan Yudikatif.

Usai meresmikan Rumah Buruh Depok, sekitar 1000 buruh pun melakukan konvoi keliling Depok. Konvoi sekalian unjuk rasa itu untuk memonitoring seluruh perusahaan yang tidak melakukan penangguhan Upah Minimum Kota (UMK) apakah sudah sesuai SK Gubernur Jawa Barat.
Selain itu, buruh juga menuntut pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) secara baik.

“Kami ada tuntutan UMK dan BPJS. Peresmian rumah buruh sekalian sosialisasi karena buruh banyak yang belum pada tahu ada rumah buruh,” tutur Heryono, buruh PT San Migeul, Jalan Raya Bogor KM 37, anggota RTMM (Rokok Tembakau Makanan dan Minuman).
Next
This is the most recent post.
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar